Rabu, 22 Februari 2012

Cinta sejati dalam Islam

Kata pujangga cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh cinta dapat mengubah pahi menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati, dan meniupkan kehidupan padanya membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya sebuah cinta. (Jalaludin Rumi).
Namun, hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada Allah Swt. Itulah para pecinta dunia, harta, dan wanita. Dia lupa akan cinta Allah, cinta yang begitu agung, cinta yang murni, cinta yang mulia, dan cinta yang suci, karena bermuara dari Sang Pemilik Cinta Abadi, Dialah Allah Rabbul Izzati.
Cinta Allah adalah cinta yang tak pernah bertepi. Jika kita sudah mendapatkan cinta-Nya, dan manisnya bercinta dengan Allah, maka tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuh lesu, dan tak ada lagi tatapan kuyu. Yang ada adalaah tatapaan optimis menghadapi segala cobaan dan rintangan dalaam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi, yakni syahid fii sabilillah.
Tak jarang orang mengaku mencintai Allah Swt., dan sering orang mengatakan mencintai Rasulullah Saw., tapi bagaimana mungkin semua itu diterima Allah tanpa adanya bukti yang diberikan, sebagaimana seorang arjuna yang mengembara, menyebrangi lautan luas, dan mendaki puncaak gunung yang tinggi demi mendapatkan cinta Srikandi, sang wanita pujaan hatinya. Bagaimana mungkin menggapai cinta menggapai cinta Allah, tapi dalam pikirannya selalu dibayang-bayangi oleh wanita atau pria yang dicintai. Tak mungkin dalam satu hati dipenuhi oleh dua cinta. Salah satunya pasti menolak, kecuali cinta yang dilandasi oleh cinta kepada-Nya semata, Allah Azza wa Jalla.
Di saat Allah menguji cintanya dengan memisahkannya dari apa yang membuat dia lalai dalam mengingat Allah memisahkan seorang gadis dengan calon suaminya, tak jarang gadis itu langsung lemah dan terbaring sakit. Di saat seorang suami yang istrinya dipanggil menghadap Ilahi, sang suamipun tak punya semangat dalam hidup. Di saat harta yang dimilikinya hangus terbakar, banyak orang hijrah ke rumah sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian dari Allah, karena Allah ingin melihat seberapa dalam cinta hamba-Nya kepada-Nya. Allah menginginkan bukti, namun sering orang pun tak berdaya membuktikannya, justru sering berguguran cintanya pada Allah, disaat Allah menarik secuil nikmat yang dicurahkan-Nya.
Itu semua adalah bentuk cinta palsu, dan cinta semu dari seorang makhluk terhadap Kholiknya. Padahal, semuanya sudah diatur oleh Allah, rezeki, kematian, pasangan hidup, serta langkah kita, itu semuanya sudah ada suratannya dari Allah, tinggal bagi kita mengupayakan untuk menjemputnya. Amat merugi manusia yang hanya dilelahkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk, memburu harta dengan segala cara, dan enggan menolong orang yang papah. Padahal nasib di akhirat nanti adalah ditentukan oleh diri kita sendiri ketika hidup di dunia. Bersungguh-sungguh mencintai Allah, ataukah terlena oleh dunia yang fana ini. Jika cinta kepada selain Allah, melibihi cinta kepada Allah, merupakan salah satu penyebab do’a tak terijabah.
Sekarang, marilah kita bermuhasabah sejenak, Muhasabah doeloe yeuh…… ^_^
Bagaimana mungkin Allah mengabulkan permintaan seorang hamba yang merintih menengadah kepada Allah di malam hari, namun ketika siang muncul, diapun melakukan maksiat?,
Bagaimana mungkin do’a seorang gadis yang ingin mendapatkan seorang laki-laki yang sholeh terkabulkan, sedang dirinya sendiri belum sholehah?,
Bagaimana mungkin do’a seorang hamba yang mendambakan rumah tangga sakinah, sedang dirinya masih diliputi oleh keegoisan sebagai pemimmpin rumah tangga?,
Bagaimana mungkin seorang ibu mendambakan anak-anak yang sholeh dan sholehah, sementara dirinya disibukkan bekerja di luar rumah sehingga pendidikan anak terabaikan dan kasih sayang tak tercurahkan?,
Bagaimana mungkin keinginan akan bangsa yang bermartabat dapat terwujud, sedangkan diri pribadi belum bisa menjadi teladan yang baik?,
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas, hanya diri Anda sendirilah yang bisa menjawabnya. Ayooo…,, pripun???
Banyak orang mengaku cinta kepada Allah hendak menguji cintanya itu, namun sering gagal membuktikan cintanya kepada Sang Kholiq, karena disebabkan oleh secuil musibah yang ditimpakan kepadanya. yakinlah yaa Ukhti wa Akhi, bahwa kesenangan dan kesusahan adalah bentuk kasih sayang dan cinta Allah kepada hamba-Nya yang beriman…
Dengan kesusahan, Allah hendak memberikan tarbiyah terhadap ruhiyah kita, agar kita sadar bahwa kita sebagai makhluk adalah bersifat lemah, kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali atas izin-Nya. Saat ini, tinggal bagi kita membuktikan, dan berjuang keras untuk memperlihatkan cinta kita kepada Allah, agar kita terhindar dari cinta palsu.
Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang benar-benar berkorban hanya untuk Allah, dan untuk membuktikan cinta kepada Allah, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan, antara lain adalah :
>>> Landasi diri kita ini dengan iman yang kuat
Hm…,, iman yang kuat?? Kalian tentu pengen kan,, memiliki pribadi yang memiliki iman yang kuat, ga isa ditandingi oleh kekuatan lain selain iman kepada-Nya. Malu donk, sama diri kita, masak punya agama, yakin kepada Allah dan Rasul-Nya, di KTP, kita tertulis beragama Islam, tapi kita ga punya iman yang kuat?!?. Terlebih iman kita itu berfungsi untuk menggapai cinta Allah, ridho Allah, yang berujung kepada janatullah. Pengen kan???, Semoga kita semua termasuk ke dalam hamba-Nya yang senantiasa berada dalam ketetapan naungan atmosfer Iman Islam-Nya yang teduh,, Amien… ^_^
>>> Perlu ikhlas ya.., dalam beramal
Ikhlas??, sebenarnya hakikat dari keikhlasan itu apa sii??, Hm…,, mungkin diri kalian sendiri yang isa menjawabnya. Tanyakan apa kata hati ya,, ikhlas itu apa sii??, Wah.., pasti ngasilin jawaban yang banyak.., cz persepsi kalian mengenai keikhlasan sendiri pastilah berbeda-beda. There are some meaning of “ikhlas”. Wallahu a’lam bis showab… ^_^ Dan yang kita bahas kali ini adalah ikhlas dalam beramal. Untuk apa??, untuk menggapai cinta Allah tadi. Pokoknya,, apa-apa kalau tujuan kita ikhlas, semata-mata karena Allah, just cz Allah,, insya Allah…,, ke depannya terbaik… ^_^ Belajar untuk ikhlas ya…?!
>>> Siapkan kebaikan internal dan eksternal pada diri kita
Apa sii, kebaikan internal dan eksternal itu??, kebaikan internal yaitu berupaya keras untuk melaksanakan ibadah wajib dan sunnah. For example niih,, qiyamul lail, shaum sunnah seperti apa yang sudah diajarkan Rasulullah… (inget, lirik lagu milik AA GYM yang berjudul Rasulullah ya.., “… dan kami coba, mengamal sunnahmu…”), selain itu kebaikan internal lainnya yaitu tilawah Al-Qur’anul kariim, sebagai Nuurun Qolbu wa Hayyatan Thoyyibah (Penerang hati dan Penghidupan yang baik), serta haus akan ilmu,, tholibbul ‘ilmu naafiiatun fid dunya wal akhiroh…, amien_ (menuntut ilmu yang berguna bagi dunia dan akhirat). Sedangan kebaikan eksternal adalah buah dari ibadah yang kita lakukan kepada Allah, dengan ke-istiqomahan mengaplikasikannya dalam setiap langkah di bumi-Nya ini, dan di setiap tarikan nafas di sepanjang kehidupan ini. Dengan itu, insya Allah kita akan menggapai cinta dan keridho’an Allah Swt.(http://azizah.blog.upi.edu/2010/10/26/arti-cinta-sejati-menurut-pandangan-islam)
Dan perlu di ingat Cinta Sejati menurut Islam:
1.      Tidak rela yang dicintai menderita
2.      Rela berkorban apapun demi yang dicintai
3.      Memenuhi segala keinginan dari yang dicintai
4.      Tidak pernah memaksakan kehendak kepada yang dicintai
5.      Berlaku sepanjang masa
6.      Cinta tersebut hanya ada antara Khalik dan Makhluk, cinta antara makhluk harus ditambah syarat-syarat berikut:
7.      Cintanya tersebut karena Alloh S. W. T.
8.      Harus memenuhi segala aturan yang dibuat oleh Alloh S. W. T.
9.      Sex bukanlah cinta dan cinta bukanlah sex, tetapi sex adalah bunga-bunga dari cinta dan hanya ada dalam pernikahan dan hanya dengan yang dinikahi
10.  Cinta bukan uang atau harta atau duniawi, tetapi cinta membutuhkan uang, harta dan duniawi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar